Prambanan temple in Indonesia
Prambanan temple in Indonesia
Prambanan temple in Indonesia
Prambanan temple in Indonesia

Candi Cangkuang

Candi Cangkuang

Tentang Candi Cangkuang

Candi Cangkuang adalah candi Hindu tertua yang ditemukan di Jawa Barat. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, sezaman dengan Kerajaan Galuh yang berpusat di Ciamis. Candi ini didedikasikan untuk pemujaan Dewa Siwa.

Keunikan utama candi ini adalah lokasinya yang berada di sebuah pulau kecil bernama Situ Cangkuang, di tengah danau buatan yang dikelilingi sawah dan perbukitan hijau. Untuk mencapai candi, pengunjung harus menyeberang menggunakan rakit bambu tradisional.

Sejarah Penemuan

Candi Cangkuang ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang arkeolog Belanda bernama Vorderman, meskipun keberadaannya sudah diketahui masyarakat lokal sejak lama. Penemuan candi dalam kondisi runtuh, dan kemudian dipugar pada tahun 1968-1976.

Bersama candi, juga ditemukan arca Siwa Mahadewa setinggi 62 cm dalam kondisi baik. Arca ini sekarang tersimpan di Museum Sri Baduga Bandung, sementara replika-nya dipajang di lokasi candi.

Arsitektur Candi

  • Ukuran - Candi berukuran 8,5 x 8,5 meter dengan tinggi sekitar 8 meter.

  • Gaya - Bergaya arsitektur Jawa Tengah (Syailendra) dengan pengaruh lokal Sunda.

  • Material - Terbuat dari batu andesit yang dipahat dengan teknik tinggi.

  • Pintu Masuk - Menghadap ke arah timur, sesuai tradisi candi Hindu.

  • Ornamen - Dihiasi relief dan ukiran khas Hindu dengan motif tumbuhan dan geometris.

Kampung Pulo

Di dekat candi terdapat Kampung Pulo, sebuah perkampungan tradisional yang dihuni oleh keturunan Embah Dalem Arief Muhammad. Kampung ini memiliki aturan adat unik dimana rumah-rumah selalu berjumlah 7 dan atapnya menghadap ke arah yang sama.

Warga Kampung Pulo masih melestarikan berbagai tradisi leluhur termasuk upacara adat tahunan. Pengunjung bisa mengunjungi kampung ini untuk belajar tentang kehidupan tradisional Sunda.

Pengalaman Berkunjung

  • Naik Rakit Bambu - Menyeberang danau dengan rakit bambu tradisional yang ditarik oleh pemandu.

  • Eksplorasi Candi - Melihat dari dekat arsitektur dan relief candi yang berusia lebih dari 1.200 tahun.

  • Kampung Pulo - Mengunjungi perkampungan tradisional dengan rumah-rumah khas.

  • Museum - Melihat koleksi artefak dan informasi sejarah di museum kecil.

  • Fotografi - Banyak spot foto menarik dengan latar belakang danau dan pegunungan.

Tips Berkunjung

  • Datang pagi atau sore hari untuk menghindari panas dan mendapat cahaya terbaik untuk foto.

  • Gunakan pakaian sopan karena ini adalah situs bersejarah dan sakral.

  • Bawa uang tunai untuk tiket dan biaya rakit.

  • Manfaatkan jasa pemandu lokal untuk penjelasan sejarah yang lengkap.

  • Jangan memanjat atau menyentuh bagian candi yang rapuh.


Reference

  • Gambar candi cangkuang 1 : https://atourin.com/destination/garut/candi-cangkuang

  • Gambar kampung pulo 1,2,3 : https://www.agendaindonesia.com/kampung-adat-pulo-dan-kisah-7-bangunannya/

Lokasi Destinasi

Jalan Darajat Leuwigoong, Jl. Raya Cangkuang, Cangkuang, Kec. Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44119

Lokasi Destinasi

Jalan Darajat Leuwigoong, Jl. Raya Cangkuang, Cangkuang, Kec. Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44119

Lokasi Destinasi

Jalan Darajat Leuwigoong, Jl. Raya Cangkuang, Cangkuang, Kec. Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44119